tebakskoreuro.com – Keputusan besar akhirnya diambil manajemen AC Milan setelah musim 2026 berakhir mengecewakan. Klub berjuluk Rossoneri itu resmi memecat pelatih Massimiliano Allegri usai gagal membawa tim lolos ke Liga Champions musim depan. Kekalahan dramatis 1-2 dari Cagliari pada laga terakhir Serie A menjadi titik akhir perjalanan Allegri di San Siro.
Kegagalan ini terasa sangat menyakitkan bagi Milan. Padahal sejak awal musim mereka sempat tampil meyakinkan dan bahkan beberapa kali memuncaki klasemen Serie A. Namun performa tim mulai menurun drastis memasuki paruh kedua musim. Inkonsistensi permainan membuat Milan kehilangan banyak poin penting hingga akhirnya harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir Serie A 2026.
Hasil tersebut membuat Milan gagal mengamankan tiket Liga Champions. Posisi empat besar justru berhasil direbut Como yang tampil mengejutkan musim ini. Como sukses menyalip Milan setelah meraih kemenangan besar di pekan terakhir kompetisi.

Musim yang Berakhir Pahit untuk AC Milan
Kembalinya Massimiliano Allegri ke AC Milan sebenarnya sempat disambut penuh optimisme oleh para suporter. Allegri dianggap sebagai sosok yang mampu mengembalikan kejayaan Rossoneri seperti saat dirinya membawa Milan meraih Scudetto pada periode pertamanya dahulu.
Awal musim berjalan cukup baik. Milan tampil solid dengan kombinasi pemain muda dan senior. Permainan pragmatis khas Allegri beberapa kali berhasil membawa kemenangan penting, termasuk saat menghadapi rival-rival besar Serie A.
Namun seiring berjalannya musim, performa Milan mulai menurun. Cedera pemain inti, lemahnya lini pertahanan, dan kurang tajamnya lini depan membuat Rossoneri kesulitan menjaga konsistensi. Dalam beberapa laga penting, Milan gagal memanfaatkan peluang dan kehilangan poin berharga.
Kekalahan dari Cagliari di laga terakhir menjadi puncak kekecewaan. Padahal Milan hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi empat besar. Sayangnya tekanan besar membuat permainan tim tidak berkembang dan mereka justru tumbang di hadapan pendukung sendiri.
Revolusi Besar di Tubuh Rossoneri
Pemecatan Allegri ternyata bukan satu-satunya keputusan besar yang diambil manajemen klub. AC Milan juga melakukan perombakan besar pada jajaran petinggi tim. Beberapa nama penting seperti Giorgio Furlani, Igli Tare, dan Geoffrey Moncada juga dilaporkan ikut diberhentikan.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemilik klub ingin melakukan revolusi total demi mengembalikan Milan ke papan atas sepak bola Eropa. Kegagalan tampil di Liga Champions dianggap sebagai kerugian besar, baik dari sisi prestasi maupun finansial.
Manajemen Milan disebut ingin membangun fondasi baru dengan proyek yang lebih segar untuk musim depan. Fokus utama mereka adalah mencari pelatih baru yang mampu membawa perubahan cepat sekaligus membangun mental juara di ruang ganti.
Statistik Allegri Bersama Milan Musim Ini
Selama musim 2025/2026, Massimiliano Allegri mencatat hasil yang sebenarnya tidak terlalu buruk secara angka. Namun performa tim di momen krusial menjadi alasan utama dirinya kehilangan kepercayaan manajemen.
Dalam total pertandingan Serie A musim ini, Milan mencatat 22 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 10 kekalahan. Sayangnya hasil buruk di akhir musim membuat semua pencapaian itu terasa sia-sia.
Selain itu, gaya bermain Allegri juga sempat mendapat kritik dari para suporter. Banyak fans merasa Milan bermain terlalu defensif dan kurang agresif saat menghadapi tim besar. Tekanan dari tribun San Siro semakin besar setelah beberapa hasil buruk terjadi secara beruntun.
Kandidat Pengganti Allegri Mulai Bermunculan
Setelah pemecatan resmi diumumkan, berbagai nama langsung dikaitkan dengan kursi pelatih AC Milan. Salah satu kandidat yang paling ramai dibicarakan adalah Andoni Iraola yang tampil impresif bersama Bournemouth musim ini.
Selain Iraola, beberapa pelatih Italia juga masuk radar manajemen Rossoneri. Milan disebut ingin mencari sosok pelatih yang mampu memainkan sepak bola modern sekaligus mengembangkan pemain muda.
Legenda klub seperti Zlatan Ibrahimović juga dikabarkan ikut terlibat dalam proses pencarian pelatih baru. Pengaruh Zlatan di internal klub dipercaya cukup besar sejak dirinya masuk ke struktur manajemen Milan.
Masa Depan Milan Musim Depan
Musim panas 2026 dipastikan menjadi periode penting bagi AC Milan. Selain mencari pelatih baru, klub juga berpotensi melakukan perombakan skuad secara besar-besaran.
Beberapa pemain inti dikabarkan bisa hengkang apabila ada tawaran menarik dari klub lain. Kegagalan lolos ke Liga Champions membuat Milan harus lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan klub.
Meski begitu, Milan tetap memiliki fondasi tim yang cukup menjanjikan. Banyak pemain muda potensial masih menjadi aset penting untuk masa depan Rossoneri. Dengan keputusan yang tepat di bursa transfer dan pemilihan pelatih baru, Milan diyakini masih bisa kembali bersaing musim depan.
Para suporter tentu berharap revolusi besar yang dilakukan manajemen kali ini benar-benar membawa perubahan positif. Sebab sebagai salah satu klub terbesar di Italia dan Eropa, AC Milan dituntut selalu tampil di kompetisi elite seperti Liga Champions.
Kegagalan musim ini menjadi pelajaran penting bahwa nama besar saja tidak cukup. Konsistensi, strategi yang tepat, dan mental juara tetap menjadi faktor utama untuk bisa bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.